Menyambut Ramadhan 1445 H, Dengan Penuh Kasih dan Sukacita

 

Bayu S. Hidajat & Linda,

Ucapan pertama yang paling tepat adalah bersyukur kekhadirat Allah SWT, yang dengan perkenanannya, Alhamdulilllah kita masih diberi usia dan dipertemukan dengan bulan terkasih Ramadhan untuk melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 1445.

Allah SWT., langsung memberikan perintah untuk puasa Ramadhan melalui surah Al Baqarah ayat 183. Lalu, hal yang berkaitan tentang Ramadhan masih berkaitan di ayat selanjutnya pada ayat 184 dan 185, seperti dibawah ini:

Bacaan surah Al Baqarah ayat 183 - 185 Berikut ini bacaan surah Al Baqarah ayat 183, 184, 185 dalam tulisan arab, latin, yang artinya adalah sebagai berikut:

183. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ 

ya ayyuhallazina amanuu kutiba ‘alaikumush-shiyamu kama kutiba ‘alallazina ming qablikum la’allakum tattaquun. 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

184. اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

ayyamam ma’duudat, fa mang kana mingkum maridhan au ‘ala safarin fa ‘iddatum min ayyamin ukhar, wa ‘alallazina yuthiiquunahu fidyatun tha’amu miskin, fa man tathawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashuumuu khairul lakum ing kuntum ta’lamuun. 

Artinya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

185. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ 

syahru ramadhanallazi unzila fihil-qur`anu hudal lin-nasi wa bayyinatim minal-huda wal-furqan, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kana maridhan au ‘ala safarin fa ‘iddatum min ayyamin ukhar, yuridullahu bikumul-yusra wa la yuridu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullaha ‘ala ma hadakum wa la’allakum tasykuruun. 

Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Makna Ibadah Puasa Ramadhan dari Surah Al-Baqarah Ayat 183-184.

Mari kita sama-sama belajar dan sharing mengenai makna yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah Ayat 183 - 185, mengenai ibadah puasa pada bulan Ramadhan. :

  1. Panggilan Allah SWT., terhadap seluruh orang yang beriman adalah tertulis dan permanen sifatnya, Kutiba mengandung arti wajib hukumnya, bagi  hamba muslim yang mukmin.
  2. Target dari ibadah puasa bulan Ramadhan ini adalah menjadikan hamba Allah SWT., yang bertaqwa, la’allakum tattaquun.
Keringan Allah SWT., Untuk Tidak Berpuasa Dibulan Ramadhan.

Dengan sifat Maha Kasih dan Maha Penyayang, betapa Allah SWT., memelihara hambanya dengan memberikan kelonggaran yang sangat fleksibel dan meringankan terhadap hambanya yang tidak dapat melaksanakan ibadah puasa ramadhan, karena:
  1. Sakit, namun setelah sembuh bisa menggantinya pada bulan Syawal atau bulan berikutnya dengan cara mengqadha dan ini wajib hukumnya.
  2. Para kaum muslimah yang berhalangan karena sedang datang bulan namun tetap harus menggantinya pada bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya dengan cara mengqadha dan ini wajib hukumnya.
  3. Bekerja Keras, misalnya buruh tambang yang bekerja dibawah tanah, para tukang beca, buruh bangunan yang bekerja dibawah terik matahari demi manafkahi dirinya dan keluarga, dan lain-lain. Namun pada saat ada waktu lenggang misalnya pada saat cuti, harus menggantinya pada bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya dengan cara mengqadha dan ini wajib hukumnya.
  4. Lanjut Usia dan secara fisik dan kesehatan sudah tidak memungkinkan untuk tidak berpuasa, Namun harus menggantinya dengan cara Fidyah, teknisnya yaitu memberi makan pada kaum miskin dengan standard satu orang dengan biaya minimal sesuai dengan harga makanan yang sama dengan yang kita makan. Bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik, ini bisa dikembangkan tidak harus memberi 1 orang miskin tetapi makin banyak makin baik.
  5. Muslim yang sedang melaksanakan Perjalanan Jauh dan Melelahkan (Shafar), namun tetap harus menggantinya pada bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya dengan cara mengqadha dan ini wajib hukumnya.
Ramadhan Bulan Istimewa Bagi Kaum Mukmin.

Pada bulan penuh berkah ini diturunkan Alkitab Quran yang merupakan pedoman hidup bagi manusia khusunya kaum mukminin. Pada bulan ini juga ada malam penuh kebahagiaan yaitu malam Lailatul Qadar dimana segala doa yang diniatkan karena Allah SWT., akan terkabulan karena Allah SWT., sangat dekat jaraknya dengan orang berpuasa. 

Ramadhan saat tepat untuk belajar mengaplikasikan beribadah social, saling mengenal sesama dalam ikatan silaturakmi, saling berbagi kebaikan dengan sesama hamba Allah.Orang tua guru spiritual kita mengajarkan Allah SWT., sangat menyukai hambanya yang beribadah sosial disamping ritual. Salah satu cara mendekatkan diri yang terbaik kepada Allah SWT., yaa dengan ibadah sosial melalui bersedekah dan Ramadhan merupakan momentum yang tepat. Pendek katanya ramadhan merupakan saat padat beribadah yang tak terhitung tak ternilai harganya jika kita lakukan dengan niat tulus Lillahita'alla. 

Doa Kami Menyambut Bulan Ramadhan

Bismillah.....
Yaa Allah terima kasih telah mempertemukan kebali dengan Bulan Ramadhan,
Bulan seribu bulan keindahan dan kebaikkan.
Kami menyambutmu yaa Ramadhan dengan dengan penuh kasih dan sukacita kebahagiaan.

Kami hambamu yang pendosa ini dengan segala syukur berniat untuk melaksanakan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan ini sebulan penuh dan dengan niat Lillahita'alla semata-mata hanya untuk mencari Ridha-Mu.

Yaa Allah,
Kami memohon agar kami diberi kesehatan, kekuatan dan kesabaran dengan penuh sukacita selama menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan tahun ini serta dijauhkan dari godaan syaitan yang dapat menyesatkan kami.

Jangan perlihatkan kepada kami sesuatu yang Engkau larang,
berikanlah kepada kami upaya dan kekuatan agar kami selalu bergairah untuk berbuat kebaikan.

Jauhkan kami dari segala kemusyrikan dan sadarkanlah kami selalu bahwa Engkau adalah sumber dari segala sumber kearifan yang hakiki,
karuniakanlah kepada kami kerendahan hati dan keluhuran pekerti disaat kami lapang maupun dalam sempit dalam kebahagiaan dan tanpa tekanan.

Kami sambut tamu istimewa kami yaa Ramadhan,
dengan penuh sukacita agar diakhirnya kami dapat berbisik lirih dihati kami: "Semoga kami termasuk manusia tawakal yang selalu tetap rendah hati dan selalu mendapat Ridha-Mu."

Terima kasih yaa, Tuhan kami atas segala nikmat yang telah Kau berikan.

Aamiin YRA....





0 Komentar