Oleh: Bayu & Linda
![]() |
| Fig.01.: Ida Zuraida |
Preface
Ida Zuraida Binti Hidajat, wafat pada hari Kamis, 17 November 2022, pukul
08:57, di RS. Santosa Kopo Bandung, setelah berjuang selama kurang lebih 3
tahun melawan penyakit yang dideritanya kanker payudara dan beliau wafat dalam
usia 55 tahun 7 bulan. Dimakamkan di TPU Caringin Porib, Kota Bandung.
Almarhumah
dilahirkan pada tanggal 28 April 1967, disebuah kota kecil yang asri, indah,
dan resik yaitu kota Garut. Kota tersebut berada disebelah tenggara kota
Bandung dan berjarak kurang lebih 63 km.
Almarhumah
merupakan anak ke-9 dari 9 bersaudara, atau merupakan bungsu dari 9 bersaudara.
Menjalani masa kanak-kanak dan pendidikan dasar pada TK dan SD Yos Sudarso,
Yayasan Salib Suci, Kota Garut, karena mengikuti orang tua yang saat itu
menjadi prajurit Siliwangi dan
ditempatkan di Korem 062, Tarumanegara, Kota Garut.
Bulan
September, 1974, pindah ke Kota Bandung mengikuti orang tua yang menjalani masa persiapan pensiun, dan melanjutkan pendidikan dasar di SDN. Sejahtera 1, Kota
Bandung, hingga lulus pendidikan dasar tersebut pada tahun 1979.
Almarhumah
merupakan alumni SMPN 15 Bandung, SMAK Dago, FPBS IKIP Bandung Jurusan Bahasa
Indonesia, Politeknik ITB Bisnis & Akuntansi, Pasca Sarjana Universitas
Islam Nusantara Bidang Kurikulum Pendidikan.
Menjalani profesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengabdi pada bidang pendidikan sebagai Guru Bahasa Indonesia dan Akuntansi pada SMAN 17, Samarang, Garut, dan terakhir sebagai Guru Bahasa Indonesia dan menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada SMAN 1, Katapang, Soreang, Kabupaten Bandung, hingga akhir hayatnya.
Dari pernikahannya dengan Riyanto marsinggih, saat ini sudah pensiun PT. Dirgantara Indonesia Bandung dan dikaruniai dua orang putra. Putra pertama Karina Widiyanti sudah berkeluarga dan Alumni Program S-1, UPI Non Pendidikan Jurusan Management dan saat ini berkarya di Bank CIMB Jakarta. Putra kedua Krisna Dewanto saat ini sedang menempuh Pendidikan Tingkat Akhir di Jurusan Telekomunikasi, Universitas Telkom Bandung.
Keluarga Riyanto Marsinggih, adalah warga RT. 04, RW. 05, Kelurahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung dan saat ini berdomisili di Jl. Bintang No. 24, Perumahan Kopo Elok, Bandung 40227.
![]() |
| Fig.2. Foto di TPU Caringin Blok F: Karina, Riyanto, Krisna |
Testimonial Dari Penulis
Banyak kenangan manis bersama almarhumah yang selalu bersama sejak kecil kebetulan saya dan almarhumah jeda usianya hanya terpaut 3 tahun. Dari kecil sudah terlihat almarhum itu penyabar dan selalu positive thinking serta selalu simpel pola pikirnya.
Almarhumah
adalah orang mandiri yang tidak manja walaupun didalam keluarga anak bungsu.
Saya masih ingat betul ketika pertama menjalani profesi guru, almarhumah
ditempatkan di Garut itu bukan di Kota, tetapi di Desa, dan dijalaninya dengan
semangat penuh konsisten walaupun dalam keadaan hamil sekalipun.
Sejak muda Almarhumah adalah pencinta anak-anak dan terbukti tidak ada seorangpun keponakannya yang tidak terasuh dan dekat dengan Bi Ida, begitulah panggilan keponakannya kepada Almarhumah dan Nek Ida panggilan dari para cucunya kepada Almarhumah.
Almarhumah pandai bergaul dan menempatkan diri dan jiwanya sangat riang dan mempunyai jiwa homor yang tinggi, oleh karenanya bergaul dengan siapapun cepat dekat. Almarhumah juga pandai mensimplifikasi masalah, sehingga seberapa besar masalahnya selalu dikemas ringan dan penuh sukacita atau dibuat happy, itulah kelebihannya.
Alamarhumah juga merupakan orang yang berani dalam menyampaikan pendapat dan berani juga untuk mempertahankan kebenaran dengan caranya sendiri tanpa harus mengemis dan menjadi penjilat asal atasan senang.
Sebagian sifat-sifat inilah yang buat penulis memberi kesan yang indah dan sulit dilupakan karena almarhumah sebagai adik dan kawan dialog dan diskusi yang menyenangkan. Almarhumah seorang yang memiliki jiwa solidaritas dan kemanusiaan, dan yang paling saya ingat kata-katanya ketika kami dan keluarga dalam sebuah masalah dan almarhumah pun sudah dalam keadaan terbaring sakit kanker payudara,: "Insha Allah saya akan membantu dengan ikhlas, jujur, dan committed, Saya berdosa ketika saya bisa makan sedangkan saudara terdekat kita kesakitan menahan lapar."
Insha Allah dan kami yakin ajaran kebaikan serta keluhuran pekerti dari almarhumah akan dilanjutkan oleh generasi penerusnya yaitu kedua putranya Karina Widiyanti dan Krisna Dewanto sampai generasi selanjutnya.
Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih
| Fig. 03.: Foto Keluarga : Almh. Ida Zuraida, Karina, Riyanto, dan Krisna |
Kami atas nama Keluarga Almarhumah: Riyanto Marsinggih, Karina Widiyanti, Krisna Dewanto serta Keluarga Besar Hidajat, memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih, kepada semua pihak yang telah membantu dari mulai sakitnya hingga Almarhumah wafat, kepada:
- Medical Team RS. Santosa Kopo Bandung,
- Pengurus RW. 05 dan Warga RW. 05,
Kelurahahan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung,
- Kepala Sekolah, Staf Pengajar, Siswa dan Alumni, SMAN 1 Katapang Soreang, Kabupaten Bandung,.
- Saudara dari pihak Almarhumah Ida Zuraida Binti Hidajat maupun dari pihak Riyanto Marsinggih,
- Atas prakarsa Ericka Gandanegara yang telah share berita dukacita ke WA Group Koperasi Dalib Alumni SMPN 15 Tahun 80, agar lebih banyak yang mendoakan Almarhumah, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensinya.
- Kawan, Sahabat
serta handai taulan, yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu,
Almarhumah hanya manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Apabila semasa hidupnya Almarhumah telah berbuat salah baik disengaja maupun tidak disengaja dan melalui ucapan, tulisan serta tingkah laku, kami memohon kerelaan dan keikhlasannya untuk memaafkan Almarhumah.
Semoga amal kebaikan saudara sekalian mendapat Ridha Illahi dari Allah SWT., Tuhan kita semuanya serta mengaganti amal kebaikan saudara dengan nikmat dan keberkahan terbaik dari Allah SWT.
Mari kita panjatkan doa semoga Almarhumah Ida Zuraida Binti Hidajat, diberi nikmat alam barzah yang terbaik dari Allah SWT., dan kelak dihari akhir dapat bersama-sama dengan kita semua menjadi penghuni Surga yang indah dan lestari. Aamiin YRA.,


1 Komentar
Innalillahi wainna Ilaihi Rojiun. Selamat jalan Bu Ida. Atas kasih sayang dan CintaNya, Allah telah memanggilnya lebih dulu. Semoga kenangan indah, cita-cita dan harapannya senantiasa menjadi inspirasi dan spirit bagi yg masih hidup, wabil khusus bagi keluarga yg ditinggalkannya. Saya atas nama keluarga dan jg warga RW 05, mendoakan yang terbaik. Semoga Allah memaafkan kesalahan dan kekhilafannya. Membuka pintu syurganya melalui jalan kemudahan. Insya Allah, setiap kebaikan dan amalan ibadahnya senantiasa mengalir dan menjadi wasilah bagi kami semua. Aamiin, Aamiin, Aamiin Ya Mujibassailin...
BalasHapus